Aku suka duduk sendiri dan merenung
Sesekali aku menepi
Mengisi kursi kosong
Di taman; di trotoar; di pikiranmu
Sesekali aku menepi
Mengisi kursi kosong
Di taman; di trotoar; di pikiranmu
Tidak ada siapa-siapa di kanan-kiriku
Hanya dedaunan gugur layu
Tertiup terbang bersama debu
Suara angin menderu
Hanya aku dan pikiranmu
Hanya dedaunan gugur layu
Tertiup terbang bersama debu
Suara angin menderu
Hanya aku dan pikiranmu
Aku tenggelam tenang
Membayangkan seumur hidup kelak bersamamu
Tenang berpindah senang
Merasakanmu mendaratkan pelukanmu
Membayangkan seumur hidup kelak bersamamu
Tenang berpindah senang
Merasakanmu mendaratkan pelukanmu
Senang bergeser menang
Hari kemenangan bukanlah lebaran
Tapi saat di mana kamu menenggelamkanku
Ke dalam pelukanmu
Hari kemenangan bukanlah lebaran
Tapi saat di mana kamu menenggelamkanku
Ke dalam pelukanmu
Pikiranku mengoceh tak jelas
Tersenyum sendiri terbayang
Bahagianya hari ini aku adalah bagianmu
Kamu adalah bagianku
Tersenyum sendiri terbayang
Bahagianya hari ini aku adalah bagianmu
Kamu adalah bagianku
Tuturku tak karuan begini
Sampai kamu tidak mengerti
Satu yang perlu kamu mengerti:
Aku menyayangimu tanpa henti
Sampai kamu tidak mengerti
Satu yang perlu kamu mengerti:
Aku menyayangimu tanpa henti
Aku masih duduk sendiri
Tadinya sempat bersama luka
Tapi sudah kuusir pergi
Karena aku dan kamu ingin bahagia
Tadinya sempat bersama luka
Tapi sudah kuusir pergi
Karena aku dan kamu ingin bahagia
Sudah cukup berbicara sendiri
Mentari berpindah ke belahan bumi lain
Waktunya berdiri dan pulang
Kembali padamu yang menunggu di rumah
Mentari berpindah ke belahan bumi lain
Waktunya berdiri dan pulang
Kembali padamu yang menunggu di rumah

Comments
Post a Comment