Sebuah pesan singkat menyalakan layar Datang kabar darimu yang bergegas pulang Sepertinya malam seindah biasanya Seperti kuda piñata Kejutan apa lagi yang mungkin meledak hari ini Semoga ada permen manis Kuda besi putih bertenaga 150 cc Meluncur gagah membelah udara malam Menggapai yang sedari tadi dinanti Gemercik gerimis kecil Bersama senyum bulan purnama berlesung pipi Terserah suasana hati langit saja Ternyata kali ini sampai lebih dulu Menandakan keakraban dengan jeda tunggu Malam tidak harus terburu-buru Suara kereta menggetarkan telinga Suara langkah kakimu menuruni tangga Menggetarkan dada Mulut terbuka ceria Mengucapkan nama panggilanku Malam yang diinginkan tiba Suara putaran kunci pintu Ruang berantakan menyambut datangmu Sekali lagi hari berjalan baik-baik saja Pintu kamar kembali terbuka Kucing yang lebih besar melompat ke kasur Satunya lagi duduk di depan pintu Memasuki waktu makan malam Senyawa apa lagi yang memasuki mulut Perut punya banyak pilihan Keduanya merebah lela...
Melihatmu tertidur pulas; terlelap di sebelahku, seakan menyampaikan bahwa dunia masih baik-baik saja. Duniaku, ternyata tidak seburuk itu. Mengelus pelan rambutmu, menatapmu haru, tidak ada alasan lagi untuk terlalu banyak mengeluh. Tidurmu menenangkanku, lelapmu melegakanku. Semoga yang ada di mimpimu malam ini adalah bahagiamu terhadapku. Istirahatlah sejenak, sayang. Kehidupan ini melelahkan untuk diarungi terus-terusan. Istirahatlah, terlelaplah, tidurlah yang nyenyak. Kamu sudah bekerja keras seharian, bermimpilah yang menyenangkan malam ini, sebelum alarmku mengagetkanmu lagi di pagi nanti, seperti biasa. Kamu sudah melakukan yang terbaik, tak apa ada celah sedikit, kesempurnaan hanya angan-angan, singkirkan sejenak beban dan nikmatilah kesenangan. Genggam tanganku erat, seperti yang sudah-sudah, mari ciptakan lagi banyak kenangan menyenangkan.