Sebuah momen yang mungkin dianggap biasa saja
Pertemuan selepas jam kantor
Menyantap nasi goreng di pinggir jalan
Menikmati hembusan angin malam
Bermacet-macetan bersama para pekerja kerah biru lainnya
Duduk berdua di atas motor tuaku
Biasa saja, tak ada gemerlap
Tak ada kejutan buket bunga dan boneka
Hanya redam redup lampu ibukota
Namun, jarak dan lama tanpa pertemuan membuat segalanya dirindukan
Jemari lembut mungil melingkari pinggang
Bersamaan dengan dagu yang ditopang bahu
Juga sesekali helm di kepalamu dan kepalaku berbenturan kecil
Menimbulkan sedikit suara seperti diketuk, tertutup oleh banyak suara tawa kita berdua
Terlihat biasa saja
Tak ada yang istimewa
Ya, mungkin pendapat itu ada benarnya
Bagi mereka yang hanya melihatnya, tapi tidak pernah mengalaminya sendiri
Cobalah sesekali merasakan, maka kamu akan merindukan
Seperti aku merindukan untuk mengulangi pengalaman menyenangkan itu lagi
Bersamamu

Comments
Post a Comment