Skip to main content

Menepis Ragu



Tepis keraguan yang merasuki kepalamu
Buang jauh-jauh, kubur dengan batu
Sirami kenangan yang kita tulis bersama di atasnya
Biar dia tidak mengganggumu lagi

Jangan biarkan dia kembali

Genggaman bertahun-tahun
Tentu lebih kokoh dari ragu yang barusan
Tapi bisa roboh seketika
Saat ragu menutupi matamu

Jangan biarkan dia menghalangi

Tawa-tawa itu
Usapan jemariku menyisisir mahkota kepalamu
Ketika kedua sudut bibir kita terangkat
Ingatan itu membakar ragu

Hanguskan ragu dengan kenanganmu

Saat sulit bagi kita saling tatap
Kumpulan rindu-rindu itu meledak
Berteriak minta bertemu
Kala itu membuat sadar
Kita memang saling membutuhkan

Ingat-ingat lagi semua yang terjadi

Memori yang tersusun
Memenuhi dinding galeri
Yang didatangi koleksi baru tiap hari
Tenggelamkan dirimu
Tatap setiap bingkai di situ

Perasaan tidak karuan
Pelukan menghangatkan
Saling menyelamatkan

Dadamu disesaki keriuhan
ilustrasi di pikiran menyadarkan
Bahwa sekarang kita ada untuk bersama

Duduklah di jok belakang sepeda motorku
Rebahkan tubuhmu di punggungku
Akan kupacu dengan kecepatan tinggi
Sampai ragu jauh ditinggal pergi

Comments

Popular posts from this blog

Zat Adiktif

Jika senyummu adalah zat adiktif terlarang Maka aku rela seumur hidup dipenjara Daripada aku gila lalu mati Karena sakau tidak melihatmu tersenyum

Perjalanan

Di sela-sela perjalanan panjang dan berliku, hubungan ini kembali menemui hari perayaannya untuk yang ketujuh kalinya, hari yang menandai dimulainya perjalanan kita sebagai dua orang yang sepasang, tujuh tahun silam. Hari di mana kita memutuskan untuk merangkai impian dan harapan masing-masing menjadi cita-cita bersama. Hari di mana kita meyakinkan diri bahwa apa pun yang akan terjadi di depan sana haruslah dihadapi berdua. Hari di mana aku tak lagi hanya tentang aku dan kamu tak lagi hanya soal kamu, tetapi ada kita. Aku sering menggambarkan hubungan ini sebagai perjalanan. Maju ke depan, berbelok, memutar balik, berhenti, mundur ke belakang, menanjak, menukik, jatuh, pelan, kencang, macet, sengang, pantat yang panas, punggung yang pegal, pelukan hangat, pertengkaran hebat, perbincangan serius, umpatan kasar, obrolan penuh canda tawa, tangan yang digenggam, bahu yang dipakai bersandar, panas, hujan, terik, dingin, cerah, basah, hubungan kita tidak ubahnya adalah sebuah perjalanan ters...

Melangkah

Melangkah. Tak peduli apa yang akan dihadapi di depan, teruslah melangkah. Entah itu jalanan mulus beraspal, tanjakan dengan bebatuan terjal, tanah berlumpur yang basah dan licin, turunan yang curam, tak usah dipedulikan, tetaplah melangkah. Entah yang ada di depan sana hangat dan terang benderang, atau dingin dan gelap gulita, lanjutlah melangkah. Bukan berarti tidak boleh berhenti. Jika lelah, menepilah. Istirahatkan tubuh dan pikiran. Jika sudah, kembalilah melangkah. Juga bukan berarti tidak boleh menengok ke belakang. Jika ingin menyerah, lihatlah jauh ke belakang. Lihat sudah seberapa jauh diri ini melangkah untuk sampai di titik ini. Lihat segala kesulitan yang telah berhasil dilalui untuk berada di posisi sekarang. Setelah melihat ke belakang, patutlah berbangga diri. Untuk sampai menjadi seperti saat ini, bukan perkara gampang. Berbanggalah. Hidup adalah perjalanan. Derita pada akhirnya akan menjadi cerita, begitu pula dengan cinta. Hidupi perjalanan, jalani kehidupan. Entah n...