Skip to main content

Kesal




Tidak biasanya aku peduli pada kebodohan

Tidak peduli akan apa yang mereka lakukan
Namun aku kesal, terpicu untuk meluruskan
Tentang hubungan dua orang bodoh yang bertahan


Hubungan dua orang tidak bisa melangkah sendirian

Seperti kaki kiriku yang lebam dihantam lawan
Perih, membengkak, sulit digerakkan
Kaki satunya berjalan kesusahan
Memikul beban berlebihan


Dua orang yang tidak beriringan

Langkah cacat mereka hasilkan
Entah ke mana arah dan tujuan
Tidak jelas apa yang diinginkan


Hanya bisa memunculkan keributan

Mengeluh atas semua kekacauan
Tidak sadar itu yang mereka ciptakan
Entah di mana mereka menaruh pikiran


Hubungan dua orang harus bergandengan

Berdua ada untuk saling menguatkan
Seperti yang terus kita lakukan
Perlahan menyingkirkan setiap halangan


Hubungan dibentuk atas kecintaan

Bukan untuk menciptakan setumpuk keluhan
Apa lagi bertubi-tubi kemarahan
Dan segudang kebencian


Gunakan akal pikiran

Bangkitkan kesadaran
Hubungan dua orang tanpa kesepakatan
Merupakan kekosongan yang melelahkan

Comments

Popular posts from this blog

Zat Adiktif

Jika senyummu adalah zat adiktif terlarang Maka aku rela seumur hidup dipenjara Daripada aku gila lalu mati Karena sakau tidak melihatmu tersenyum

Perjalanan

Di sela-sela perjalanan panjang dan berliku, hubungan ini kembali menemui hari perayaannya untuk yang ketujuh kalinya, hari yang menandai dimulainya perjalanan kita sebagai dua orang yang sepasang, tujuh tahun silam. Hari di mana kita memutuskan untuk merangkai impian dan harapan masing-masing menjadi cita-cita bersama. Hari di mana kita meyakinkan diri bahwa apa pun yang akan terjadi di depan sana haruslah dihadapi berdua. Hari di mana aku tak lagi hanya tentang aku dan kamu tak lagi hanya soal kamu, tetapi ada kita. Aku sering menggambarkan hubungan ini sebagai perjalanan. Maju ke depan, berbelok, memutar balik, berhenti, mundur ke belakang, menanjak, menukik, jatuh, pelan, kencang, macet, sengang, pantat yang panas, punggung yang pegal, pelukan hangat, pertengkaran hebat, perbincangan serius, umpatan kasar, obrolan penuh canda tawa, tangan yang digenggam, bahu yang dipakai bersandar, panas, hujan, terik, dingin, cerah, basah, hubungan kita tidak ubahnya adalah sebuah perjalanan ters...

Melangkah

Melangkah. Tak peduli apa yang akan dihadapi di depan, teruslah melangkah. Entah itu jalanan mulus beraspal, tanjakan dengan bebatuan terjal, tanah berlumpur yang basah dan licin, turunan yang curam, tak usah dipedulikan, tetaplah melangkah. Entah yang ada di depan sana hangat dan terang benderang, atau dingin dan gelap gulita, lanjutlah melangkah. Bukan berarti tidak boleh berhenti. Jika lelah, menepilah. Istirahatkan tubuh dan pikiran. Jika sudah, kembalilah melangkah. Juga bukan berarti tidak boleh menengok ke belakang. Jika ingin menyerah, lihatlah jauh ke belakang. Lihat sudah seberapa jauh diri ini melangkah untuk sampai di titik ini. Lihat segala kesulitan yang telah berhasil dilalui untuk berada di posisi sekarang. Setelah melihat ke belakang, patutlah berbangga diri. Untuk sampai menjadi seperti saat ini, bukan perkara gampang. Berbanggalah. Hidup adalah perjalanan. Derita pada akhirnya akan menjadi cerita, begitu pula dengan cinta. Hidupi perjalanan, jalani kehidupan. Entah n...