Sebuah pesan singkat menyalakan layar
Datang kabar darimu yang bergegas pulang
Sepertinya malam seindah biasanya
Seperti kuda piƱata
Kejutan apa lagi yang mungkin meledak hari ini
Semoga ada permen manis
Kuda besi putih bertenaga 150 cc
Meluncur gagah membelah udara malam
Menggapai yang sedari tadi dinanti
Gemercik gerimis kecil
Bersama senyum bulan purnama berlesung pipi
Terserah suasana hati langit saja
Ternyata kali ini sampai lebih dulu
Menandakan keakraban dengan jeda tunggu
Malam tidak harus terburu-buru
Suara kereta menggetarkan telinga
Suara langkah kakimu menuruni tangga
Menggetarkan dada
Mulut terbuka ceria
Mengucapkan nama panggilanku
Malam yang diinginkan tiba
Suara putaran kunci pintu
Ruang berantakan menyambut datangmu
Sekali lagi hari berjalan baik-baik saja
Pintu kamar kembali terbuka
Kucing yang lebih besar melompat ke kasur
Satunya lagi duduk di depan pintu
Memasuki waktu makan malam
Senyawa apa lagi yang memasuki mulut
Perut punya banyak pilihan
Keduanya merebah lelah
Kamu dengan duniamu di sisi satunya
Aku di sisi satunya lagi
Rembulan ikut lelah
Beserta perut yang sedari tadi termenung begah
Bohlam di kamar perlahan terbenam
Matamu terpejam duluan
Setelahnya kening dihadiahi kecupan
Benar, malam seindah biasanya

Comments
Post a Comment