Skip to main content

Hal favorit

Kamu tau tidak, bahwa ada hal lain yang aku sangat sukai selain menggenggam erat tanganmu dan melihatmu tersenyum kepadaku?

Yaitu mengusap lembut kepalamu, sembari menghirup aroma rambutmu yang angin tiupkan kepadaku.

Mungkin terdengar aneh, tetapi ketika melakukannya, entah bagaimana itu bisa terjadi, aku merasa begitu tenang.

Hari-hari yang aku jalani kini terasa semakin berat. Masalah silih berganti dan mereka perlahan semakin bertambah kuat. Sedangkan aku terlalu lemah untuk memikulnya sendirian. Terkadang aku merasa sangat lelah, lalu berpikir untuk mengakhiri semuanya.

Namun aku cepat menyadari, bahwa selama ini ada kamu yang selalu setia berdiri di sampingku, selalu bersedia untuk menyiapkan bahu sebagai sandaranku.

Aku merasa lega. Aku ternyata memang tidak hidup di dunia ini sendirian. Aku tidak sepatutnya menyerah begitu saja pada keadaan yang ada. Sudah tidak dapat diragukan lagi jika aku harus terus mengarahkan tatapan ke depan bersamamu.

Sini, kemarilah sebentar, izinkan aku untuk mengusap kepalamu sekali lagi.

Comments

Popular posts from this blog

Zat Adiktif

Jika senyummu adalah zat adiktif terlarang Maka aku rela seumur hidup dipenjara Daripada aku gila lalu mati Karena sakau tidak melihatmu tersenyum

Perjalanan

Di sela-sela perjalanan panjang dan berliku, hubungan ini kembali menemui hari perayaannya untuk yang ketujuh kalinya, hari yang menandai dimulainya perjalanan kita sebagai dua orang yang sepasang, tujuh tahun silam. Hari di mana kita memutuskan untuk merangkai impian dan harapan masing-masing menjadi cita-cita bersama. Hari di mana kita meyakinkan diri bahwa apa pun yang akan terjadi di depan sana haruslah dihadapi berdua. Hari di mana aku tak lagi hanya tentang aku dan kamu tak lagi hanya soal kamu, tetapi ada kita. Aku sering menggambarkan hubungan ini sebagai perjalanan. Maju ke depan, berbelok, memutar balik, berhenti, mundur ke belakang, menanjak, menukik, jatuh, pelan, kencang, macet, sengang, pantat yang panas, punggung yang pegal, pelukan hangat, pertengkaran hebat, perbincangan serius, umpatan kasar, obrolan penuh canda tawa, tangan yang digenggam, bahu yang dipakai bersandar, panas, hujan, terik, dingin, cerah, basah, hubungan kita tidak ubahnya adalah sebuah perjalanan ters...

Melangkah

Melangkah. Tak peduli apa yang akan dihadapi di depan, teruslah melangkah. Entah itu jalanan mulus beraspal, tanjakan dengan bebatuan terjal, tanah berlumpur yang basah dan licin, turunan yang curam, tak usah dipedulikan, tetaplah melangkah. Entah yang ada di depan sana hangat dan terang benderang, atau dingin dan gelap gulita, lanjutlah melangkah. Bukan berarti tidak boleh berhenti. Jika lelah, menepilah. Istirahatkan tubuh dan pikiran. Jika sudah, kembalilah melangkah. Juga bukan berarti tidak boleh menengok ke belakang. Jika ingin menyerah, lihatlah jauh ke belakang. Lihat sudah seberapa jauh diri ini melangkah untuk sampai di titik ini. Lihat segala kesulitan yang telah berhasil dilalui untuk berada di posisi sekarang. Setelah melihat ke belakang, patutlah berbangga diri. Untuk sampai menjadi seperti saat ini, bukan perkara gampang. Berbanggalah. Hidup adalah perjalanan. Derita pada akhirnya akan menjadi cerita, begitu pula dengan cinta. Hidupi perjalanan, jalani kehidupan. Entah n...