Skip to main content

Demi Cinta

Jam di dinding rumahku sudah menunjukkan pukul 12 lewat 10 menit, namun aku masih saja terjaga. Rintik kecil hujan yang jatuh beriringan membuatku tak bisa tidur. Suara kipas angin yang bising juga menjadi pengganggu saat kedua mataku terasa seperti tertiban benda berat. Entah apa yang menindih kedua bola mataku ini. Mungkin ada bu Neni yang sedang bergelayutan di mataku. Atau mungkin ada kapal pesiar yang sedang singgah di mataku? Atau bahkan malah ada kapal pesiar yang sedang dinaikki bu Neni singgah di mataku? Apa pun yang mampu memberatkan mataku, tetap saja aku tidak bisa tidur.

Setelah ku renungi, ternyata bukan karena rintik hujan, suara bising kipas angin, atau bayang-bayang tentang bu Neni yang mirip kapal pesiar di kepala yang membuatku tak kuasa untuk menutup mata. Tetapi yang membuatku tak bisa tidur adalah kamu. Tidak, kamu tidak mengganggu pikiranku, hanya saja aku terlalu keras berpikir bagaimana caranya untuk selalu membahagiakan kamu hingga rasanya sulit sekali untuk memejamkan mata. Perjalanan cinta kita sudah cukup jauh, tapi aku tak pernah merasa cukup untuk membahagiakanmu.

Sayang, maafkan aku jika aku tidak bisa menjadi seperti yang kau harapkan. Meskipun begitu, aku akan selalu berusaha untuk menjadi seseorang yang kau butuhkan. Aku akan selalu berusaha untuk menjadi pasangan yang terbaik bagimu. Aku akan selalu berusaha untuk menjadi sesosok ayah yang mampu mencintaimu apa adanya. Aku akan selalu berusaha untuk menjadi seorang kakak yang selalu menjagamu walaupun terkadang menyebalkan. Aku akan selalu berusaha untuk menjadi seorang sahabat yang mampu untuk selalu berbagi kebahagiaan dan selalu ada ketika kamu terlarut dalam kesedihan. Aku akan selalu berusaha untuk menjadi seorang pelawak yang mampu memunculkan gelak tawa atau sekedar senyum manis dari bibirmu. Aku akan selalu berusaha untuk menjadi guru yang mampu mengajari dan menuntunmu ke arah yang benar. Aku akan selalu berusaha untuk menjadi apapun untuk membuatmu bahagia. Selama itu untuk kamu, aku mampu.

Tapi maafkan aku, untuk saat ini aku hanya mampu untuk selalu menjadi Dhika Rizky Sumanto, seorang pelajar SMA biasa namun punya cinta yang luar biasa untuk kekasihnya, Alivia Rosearynandira.

Comments

Popular posts from this blog

Zat Adiktif

Jika senyummu adalah zat adiktif terlarang Maka aku rela seumur hidup dipenjara Daripada aku gila lalu mati Karena sakau tidak melihatmu tersenyum

Perjalanan

Di sela-sela perjalanan panjang dan berliku, hubungan ini kembali menemui hari perayaannya untuk yang ketujuh kalinya, hari yang menandai dimulainya perjalanan kita sebagai dua orang yang sepasang, tujuh tahun silam. Hari di mana kita memutuskan untuk merangkai impian dan harapan masing-masing menjadi cita-cita bersama. Hari di mana kita meyakinkan diri bahwa apa pun yang akan terjadi di depan sana haruslah dihadapi berdua. Hari di mana aku tak lagi hanya tentang aku dan kamu tak lagi hanya soal kamu, tetapi ada kita. Aku sering menggambarkan hubungan ini sebagai perjalanan. Maju ke depan, berbelok, memutar balik, berhenti, mundur ke belakang, menanjak, menukik, jatuh, pelan, kencang, macet, sengang, pantat yang panas, punggung yang pegal, pelukan hangat, pertengkaran hebat, perbincangan serius, umpatan kasar, obrolan penuh canda tawa, tangan yang digenggam, bahu yang dipakai bersandar, panas, hujan, terik, dingin, cerah, basah, hubungan kita tidak ubahnya adalah sebuah perjalanan ters...

Melangkah

Melangkah. Tak peduli apa yang akan dihadapi di depan, teruslah melangkah. Entah itu jalanan mulus beraspal, tanjakan dengan bebatuan terjal, tanah berlumpur yang basah dan licin, turunan yang curam, tak usah dipedulikan, tetaplah melangkah. Entah yang ada di depan sana hangat dan terang benderang, atau dingin dan gelap gulita, lanjutlah melangkah. Bukan berarti tidak boleh berhenti. Jika lelah, menepilah. Istirahatkan tubuh dan pikiran. Jika sudah, kembalilah melangkah. Juga bukan berarti tidak boleh menengok ke belakang. Jika ingin menyerah, lihatlah jauh ke belakang. Lihat sudah seberapa jauh diri ini melangkah untuk sampai di titik ini. Lihat segala kesulitan yang telah berhasil dilalui untuk berada di posisi sekarang. Setelah melihat ke belakang, patutlah berbangga diri. Untuk sampai menjadi seperti saat ini, bukan perkara gampang. Berbanggalah. Hidup adalah perjalanan. Derita pada akhirnya akan menjadi cerita, begitu pula dengan cinta. Hidupi perjalanan, jalani kehidupan. Entah n...