Skip to main content

Menulis Tentangmu

Aku menulis tentang dirimu hanya untuk memberitahumu bahwa kamu lebih dari sekedar indah bagiku.


Aku menulis tentang dirimu hanya untuk membuat kamu selalu ada dalam pikiranku, dalam kehidupanku. Mungkin itulah satu-satunya hal yang bisa aku lakukan untuk membuat kamu bisa selalu ada di sekitarku ketika ragamu tak sedang bersandar dipelukanku. 



Menulis tentang dirimu adalah satu-satunya hal yang membuatku jauh dari siksaan pikiran dan panasnya bara cemburu yang membakar perasaan.



Aku membuat tulisan-tulisan terindah yang pernah aku buat untukmu hanya untuk mengingatkanku jika dirimu adalah hal terbaik yang pernah ada dalam hidupku. 



Aku menulis tentang kita karena aku takut jika kamu akan menghapus semua kenangan kita. Dan aku terlalu takut jika tidak akan pernah ada "kita" sama sekali. 



Aku menulis tentangmu karena kamulah sumber inspirasiku.



Dan yang terpenting, aku menulis tentangmu karena aku mencintaimu.





“If you’re dating a writer and they don’t write about you — whether it’s good or bad — then they don’t love you. They just don’t. Writers fall in love with the people we find inspiring.” ― Jamie Anne Royce

Comments

Popular posts from this blog

Zat Adiktif

Jika senyummu adalah zat adiktif terlarang Maka aku rela seumur hidup dipenjara Daripada aku gila lalu mati Karena sakau tidak melihatmu tersenyum

Perjalanan

Di sela-sela perjalanan panjang dan berliku, hubungan ini kembali menemui hari perayaannya untuk yang ketujuh kalinya, hari yang menandai dimulainya perjalanan kita sebagai dua orang yang sepasang, tujuh tahun silam. Hari di mana kita memutuskan untuk merangkai impian dan harapan masing-masing menjadi cita-cita bersama. Hari di mana kita meyakinkan diri bahwa apa pun yang akan terjadi di depan sana haruslah dihadapi berdua. Hari di mana aku tak lagi hanya tentang aku dan kamu tak lagi hanya soal kamu, tetapi ada kita. Aku sering menggambarkan hubungan ini sebagai perjalanan. Maju ke depan, berbelok, memutar balik, berhenti, mundur ke belakang, menanjak, menukik, jatuh, pelan, kencang, macet, sengang, pantat yang panas, punggung yang pegal, pelukan hangat, pertengkaran hebat, perbincangan serius, umpatan kasar, obrolan penuh canda tawa, tangan yang digenggam, bahu yang dipakai bersandar, panas, hujan, terik, dingin, cerah, basah, hubungan kita tidak ubahnya adalah sebuah perjalanan ters...

Melangkah

Melangkah. Tak peduli apa yang akan dihadapi di depan, teruslah melangkah. Entah itu jalanan mulus beraspal, tanjakan dengan bebatuan terjal, tanah berlumpur yang basah dan licin, turunan yang curam, tak usah dipedulikan, tetaplah melangkah. Entah yang ada di depan sana hangat dan terang benderang, atau dingin dan gelap gulita, lanjutlah melangkah. Bukan berarti tidak boleh berhenti. Jika lelah, menepilah. Istirahatkan tubuh dan pikiran. Jika sudah, kembalilah melangkah. Juga bukan berarti tidak boleh menengok ke belakang. Jika ingin menyerah, lihatlah jauh ke belakang. Lihat sudah seberapa jauh diri ini melangkah untuk sampai di titik ini. Lihat segala kesulitan yang telah berhasil dilalui untuk berada di posisi sekarang. Setelah melihat ke belakang, patutlah berbangga diri. Untuk sampai menjadi seperti saat ini, bukan perkara gampang. Berbanggalah. Hidup adalah perjalanan. Derita pada akhirnya akan menjadi cerita, begitu pula dengan cinta. Hidupi perjalanan, jalani kehidupan. Entah n...